Skip to main content

Posts

Resolusi di Tahun Baru

Sudah sangat lumrah, di setiap pergantian tahun, banyak orang mulai membuat resolusi baru. Misalnya punya mobil baru, rumah baru, turun berat badan 10kg, atau sixpack dalam 6 bulan. Resolusi baru yang diiringi dengan motivasi baru. Namun tidak sedikit juga yang tidak memiliki motivasi untuk membuat resolusi baru. Dan mulai mencari kisah-kisah motivasi untuk menambah motivasi di tahun baru. Nah, mungkin Anda salah satunya, karena sampai ke web ini. Well, sahabat motivasi, Anda sudah berusaha membuka laptop atau smartphone, membuka web browser,  dan mengetikan alamat website ini lalu mulai membaca kisah motivasi, Anda sudah cukup termotivasi...!!! Yak, segera tutup web ini dan mulai lah membuat resolusi baru dan kejar targetnya. Selamat Tahun Baru!

Hanya uangkah motivasimu?

Mungkin pembaca sudah tidak asing dengan Thomas Alva Edison, penemu kawat pijar untuk bohlam. Menurut cerita-cerita yang beredar, Edison melakukan percobaan hingga lebih dari 700 kali. Asistennya merasakan sudah gagal 700 kali, tetapi lain dengan Edison, dia berpikir, mereka telah berhasil menemukan 700 cara yang tidak membawa hasil yang kita harapkan. Tidak lama dari itu, akhirnya mereka menemukan tungsten, kawat pijar untuk bohlam yang kita gunakan hingga sekarang. Apakah Anda berpendapat, bila Thomas bereksperimen dengan motivasi uang? Mungkin saja ada hasrat untuk kekayaan, tetapi saya percaya, hasratnya yang lebih mendalam adalah menemukan kawat pijar tersebut, hasratnya untuk menemukan sesuatu yang berguna untuk umat manusia. Uang adalah hadiahnya. Dapat dibayangkan bila motivasi Thomas saat itu hanya uang, mungkin di eksperimen ke sekian kali dia sudah berhenti, karena bukannya menghasilkan uang tetapi buang uang dan waktu. Nah, pembaca, tanamkan selalu dihatimu, hasrat dan gair...

Anak ayam...

Pasti pembaca pernah mendengar cerita berikut, Ada seorang anak, membawa seekor anak ayam didalam genggaman tangannya. Lalu menanyai seorang bijak, katanya, "Apakah mati atau hidup anak ayam ditangan saya ini?". Seorang bijak tepekur sejenak, lalu dengan bijak dijawabnya, "Bila aku menjawab hidup, maka kamu akan menekan tanganmu, dan matilah anak ayam itu. Bila aku menjawab mati, maka kamu akan melepaskannya. Jadi jawabanku, hidup mati anak ayam itu ada ditangan mu." Nah, pembaca, begitu juga masa depan kita. Ada ditangan kita, bukan ditangan bos kita, kakak kita atau siapa pun. Anda yang menentukan apakah menjadi pemenang atau pecundang. Sukses selalu.

Menempa Pedang

Pernah mengunjungi perajin pedang? Mungkin jaman sekarang perajin pedang sulit dicari. Bila Anda mengunjungi perajin pedang dan melihat cara mereka membuat pedang. Anda akan melihat proses yang berulang-ulang, dari membakar besi, kemudian menempanya, kemudian dicelupkan ke air dingin, kemudian di panaskan kembali, lalu ditempa lagi. Terus berulang-ulang hingga terbentuk sebuah pedang yang bagus dan tajam. Apakah Anda merasakan hidup Anda begitu keras? Begitu banyak terpaan pencobaan kehidupan menerpa? Anak sakit? Biaya hidup meningkat? BBM Naik? Dipecat dari pekerjaan? Apakah merasa hidup ini begitu tidak adil? Kesulitan selalu menerpa berulang-ulang? Kadang panas, kadang dipukul kadang dicelupkan dalam air dingin seperti pedang yang ditempa? Bersabarlah, karena Anda sedang ditempa, ditempa untuk menjadi pedang yang bagus dan tajam yang akan digunakan oleh panglima-panglima perang. Proses pembelajaran hidup yang membuat Anda semakin dewasa, kuat, berpikir matang. Sukses selalu

Bosann...!

Pada awalnya manusialah yang menciptakan kebiasaan. Namun lama kelamaan, kebiasaanlah yang menentukan tingkah laku manusia. Ada seorang yang hidupnya amat miskin. Namun walaupun ia miskin ia tetap rajin membaca. Suatu hari secara tak sengaja ia membaca sebuah buku kuno. Buku itu mengatakan bahwa di sebuah pantai tertentu ada sebuah batu yang hidup, yang bisa mengubah benda apa saja menjadi emas. Setelah mempelajari isi buku itu dan memahami seluk-beluk batu tersebut, iapun berangkat menuju pantai yang disebutkan dalam buku kuno itu. Dikatakan dalam buku itu bahwa batu ajaib itu agak hangat bila dipegang, seperti halnya bila kita menyentuh makhluk hidup lainnya. Setiap hari pemuda itu memungut batu, merasakan suhu batu tersebut lalu membuangnya ke laut dalam setelah tahu kalau batu dalam genggamannya itu dingin-dingin saja. Satu batu, dua batu, tiga batu dipungutnya dan dilemparkannya kembali ke dalam laut. Satu hari, dua hari, satu minggu, setahun ia berada di pantai itu. Kini menggeng...

The Present

Tiga Cara Untuk Memanfaatkan Masa Sekarang Hari Ini BERADA PADA MASA SEKARANG Jika Anda ingin lebih bahagia dan lebih sukses Fokuslah pada apa yang ada pada Masa Sekarang Responlah pada hal yang penting sekarang BELAJAR DARI MASA LALU Jika Anda ingin menjadikan Masa Sekarang lebih baik daripada Masa Lalu Lihatlah apa yang telah terjadi pada Masa Lalu Belajarlah sesuatu yang berharga dari hal tersebut Lakukan hal yang berbeda pada Masa Sekarang RENCANAKAN MASA DEPAN Jika Anda ingin Masa Depan yang lebih baik daripada Masa Sekarang Lihatlah Masa Depan seperti apa yang Anda inginkan Buatlah rencana untuk mewujudkannya Tindak lanjuti rencana itu pada Masa Sekarang (dikutip dari Spencer “The Present” Johnson)

Kisah seekor Belalang

Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya. Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya, “Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh ?”. Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan, “Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan”. Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas. Renungan : Kadang-kadang kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma m...

Sebuah koin penyok

Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan. Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan. Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya. “Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok,” gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank. “Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi saran...

Popular posts from this blog