Stuck in the moment

Apakah akhir-akhir ini terlalu sibuk dengan proses pekerjaan Anda? sibuk merencanakan ini, membuat sesuatu, mengerjakan ini-itu ? Namun Anda seperti tidak merasakan suatu progress yang berarti? Mungkin Anda sedang terbentur disuatu keadaan dimana Anda tidak bisa keluar?

Saya teringat suasana ini saat mendengarkan lagu "Stuck in the Moment" dari group favorite saya, yup U2. Saya juga sering kali merasakan suasana seperti ini. Terjerat disuatu proses kerja yang tidak ada progress yang berarti.

Kalau saya coba review kebelakang. Saya jadi teringat suatu kisah yang cukup terkenal tentang penebang pohon. Ceritanya kurang lebih seperti ini:

Ada seorang penebang pohon yang sangat cekatan dan gigih. Pada hari pertama ia mampu menebang 30 pohon, hari berikutnya 25 pohon, hari berikutnya cuma 20 pohon, hari berikutnya lagi cuma 10 pohon. Terus demikian makin menurun performanya. Dia berpikir, kenapa? Setelah ia coba review, ternyata ia sibuk menebang sampai lupa sesuatu hal yang penting. Apakah itu? Mengasah kampaknya.

Yah.. kita juga sering kali melakukan hal yang sama, juga saya sering kali sibuk dengan pekerjaan saya, hingga lupa mengasah 'kapak' saya. Hingga membuat kita lelah karena seperti tidak ada progress dalam pekerjaan kita.

So.. jangan lupa kita asah kapak kita.

Berapa harga nyawa seseorang?

Bila uang yang menjadi tolok ukur utama kehidupan Anda, berapakah nilai nyawa Anda? 100 Juta, 1 Milyard, 1 Triliyun? Yah.. banyak hal yang tidak dapat Anda ukur dengan mata uang.

Baru saja saya membaca kasus penipuan reksa dana yang dikelola oleh PT DAS dan Bank C di Kota Jambi. Nasabah yang dirugikan, meminta pertanggung jawaban dari pengelola. Hasil yang nihil membuat seorang nasabah nekat mengakhiri hidupnya.

125 Juta, kerugian yang ditanggungnya. 125 Juta kah nilai nyawa Anda?

Mengambil jalan pintas, mengakhiri hidup, sudah pasti bukan jalan keluar. Mengambil jalan pintas, tidak dapat Anda lakukan di jalan tol. Anda tidak dapat memotong jalan tol yang di pagari, untuk keluar dari jalanan. Anda harus mengarah pada pintu keluar, baru disana Anda dapat keluar dengan aman. Aman untuk diri Anda dan juga aman untuk pengemudi lainnya.

Mungkin terlalu mudah bagi saya berkata-kata seperti ini dibalik komputer, sambil duduk menikmati kopi. Tetapi kita semua percaya, mengakhiri hidup itu bukan menyelesaikan masalah, tetapi lari dari masalah.

Saat bencana datang, saat situasi begitu menekan, pasti selalu ada jalan keluar. Entah itu berat, entah itu berliku-liku, atau mungkin mudah. Kita semua tidak tahu, apa yang akan terjadi di masa depan. Seperti kata mutiara yang sering saya baca,

Yesterday is history.
Tomorrow is a mystery.
Today is a gift, that’s why we call it the present.