Skip to main content

Posts

Resolusi di Tahun Baru

Sudah sangat lumrah, di setiap pergantian tahun, banyak orang mulai membuat resolusi baru. Misalnya punya mobil baru, rumah baru, turun berat badan 10kg, atau sixpack dalam 6 bulan. Resolusi baru yang diiringi dengan motivasi baru. Namun tidak sedikit juga yang tidak memiliki motivasi untuk membuat resolusi baru. Dan mulai mencari kisah-kisah motivasi untuk menambah motivasi di tahun baru. Nah, mungkin Anda salah satunya, karena sampai ke web ini. Well, sahabat motivasi, Anda sudah berusaha membuka laptop atau smartphone, membuka web browser,  dan mengetikan alamat website ini lalu mulai membaca kisah motivasi, Anda sudah cukup termotivasi...!!! Yak, segera tutup web ini dan mulai lah membuat resolusi baru dan kejar targetnya. Selamat Tahun Baru!
Recent posts

Lantai Pualam atau Patung Pualam?

Alkisah terdapat sebuah museum yang lantainya terbuat dari batu pualam yang indah. Di tengah-tengah ruangan museum itu dipajang sebuah patung pualam pula yang sangat besar. Banyak orang datang dari seluruh dunia mengagumi keindahan patung pualam itu. Suatu malam, lantai pualam itu berkata pada patung pualam. Lantai Pualam: "Wahai patung pualam, hidup ini sungguh tidak adil. Benar-benar tidak adil! Mengapa orang-orang dari seluruh dunia datang kemari untuk menginjak-injak diriku tetapi mereka mengagumimu? Benar-benar tidak adil!" Patung Pualam: "Oh temanku, lantai pualam yang baik. Masih ingatkah kau bahwa kita ini sesungguhnya berasal dari gunung batu yang sama?" Lantai Pualam: "Tentu saja, justru itulah mengapa aku semakin merasakan ketidakadilan itu. Kita berasal dari gunung batu yang sama, tetapi sekarang kita menerima perlakuan yang berbeda. Benar- benar tidak adil!" Patung Pualam: "Lalu apakah kau masih ingat ketika suatu hari seorang

Semangkuk Kebajikan

Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk ke dalam restoran tersebut. "Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih." Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan. Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya. Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan : "Dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya." Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum : "Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar !" Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir : "Kuah sayur gratis." Lalu memesan

10 Kebijaksanaan ala Steve Jobs

"I think we’re having fun. I think our customers really like our products. And we're always trying to do better." - Steve Jobs. Prestasi dan karakternya telah mengubah dunia. Ia adalah salah seorang pendiri sebuah perusahaan yang kita kenal, Apple Computers. Selain itu, pria dengan kharisma dan energi yang seolah tidak ada habisnya ini, juga adalah seorang ahli dalam mengungkapkan kata-kata yang selalu menarik perhatian orang-orang. Berikut adalah beberapa hal hebat yang pernah ia ucapkan. Pelajaran bagus bagi kita untuk kesuksesan dalam hidup, dengan gaya Jobs: 1. "Innovation distinguishes between a leader and a follower." Inovasi membedakan antara seorang pemimpin dan seorang pengikut. Inovasi tidak ada batasnya, selain imjinasi kita sendiri. Berpikirlah di luar kotak, di luar kebiasaan. Jika kita berada di dalam industri yang sedang berkembang, pikirkanlah cara-cara untuk menjadi lebih efisien, lebih berorientasi pelanggan, dan lebih mudah dalam me

Konsep Keunggulan

Apakah untuk menjadi unggul kita perlu 10 kali lipat lebih hebat dari orang pada umumnya? Apakah kita harus bekerja 10 kali lipat lebih keras? Mungkin ya, mungkin tidak. Berikut ada sepenggal perumpamaan yang saya peroleh dari buku Advanced Selling Strategies karangan Brian Tracy. Ada 10 ekor kuda balap, berpacu di arena balap. Semuanya adalah kuda pilihan dan unggulan. Semua penonton berteriak histeris menjagokan kuda pilihannya. Sampai pada puncaknya, 10 ekor kuda makin mendekati finish.. 3 kuda berendeng memimpin didepan.. 10 meter, 5 meter, 1 meter.. yak finish.. Penonton sedikit bingung kuda mana yang terlebih dahulu mencapai garis finish. Karena nampak tiga kuda itu berjajar mencapai garis finish. Bila Anda sering menonton pacuan kuda, tentu Anda tahu tentang, tunggu hasil dari foto. Ya.. di garis finish ada alat yang siap sedia memotret kuda manakah yang masuk garis finish terlebih dahulu. Hasilnya kuda no 4 yang masuk duluan, karena hidungnya mencapai garis finish

Bagus lah

Seorang raja di Afrika mempunyai seorang teman, teman sepermainannya sejak masih kanak-kanak. Temannya itu memiliki kebiasaan unik dalam memandang setiap situasi dalam hidupnya, dan selalu akan berkata, "Bagus lah!" Suatu hari, mereka pergi berburu. Temannya menyiapkan senjata untuk sang raja. Kali ini sepertinya ia melakukan sedikit kesalahan dalam mempersiapkan senapan itu, karena ketika raja menembakkan senapannya, jari jempol sang raja justru cedera parah karena ledakan. Raja kehilangan jempolnya. Seperti biasa, setelah mengamati kejadian itu, temannya hanya mengatakan, "Bagus lah!". Raja marah, "Apanya yang bagus!" lalu raja memenjarakan temannya itu. Setelah satu tahun kemudian, raja sedang berburu sendirian. Raja seharusnya sudah tahu bahwa seharusnya ia menjauhi daerah itu. Suku kanibal menangkapnya dan mengaraknya ke desa mereka. Mereka mengikat sang raja, menyiapkan kayu bakar, dan bersiap untuk memanggang dirinya. Begitu persisapan selesai

Wortel, Telur, dan Kopi

Seorang gadis mengadu kepada ibunya, betapa hidupnya penuh dengan kesulitan tiada henti. Ia sudah tidak tahu lagi bagaimana mengatasinya dan ingin menyerah saja. Setiap satu masalah berlalu, selalu ada saja masalah lain bergiliran menderanya. Lalu ibunya mengajak gadis itu ke dapur. Ia mengisi tiga panci kecil dengan air. Di panci pertama dimasukkan wortel, di panci ke-dua dimasukkan telur, dan di panci terakhir kopi bubuk. Kemudian ia merebus ketiga-tiganya. Mereka menunggu tanpa berkata sepatah kata pun. Dua puluh menit kemudian, ia mematikan kompor, lalu memindahkan wortel dan telur, dan menuangkan kopi, masing-masing ke dalam sebuah mangkuk. Ketiga mangkuk itu ia letakkan di hadapan putrinya. Ibunya bertanya, "Apa yang kamu lihat?" "Wortel, telur, dan kopi," jawab putrinya. Kemudian ibunya menyuruh putrinya untuk memegang wortel. Gadis itu menyentuhnya, ia merasakan wortel itu sudah menjadi empuk. Lalu ibunya mengambil telur itu dan memecahkannya. Sambil m